Siklon Tropis Bakung, Berikut Wilayah yang Harus Meningkatkan Kewaspadaan Menurut BMKG

 

https://jadisorotan.blogspot.com/2025/12/siklon-tropis-bakung-berikut-wilayah-yang-harus-meningkatkan-kewaspadaan.html
Gambar : Bentuk Siklon Tropis, Sumber Foto : Freepik

 Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca menyusul pengaruh Siklon Tropis Bakung, keberadaan bibit siklon tropis, serta dinamika atmosfer yang tengah berkembang pada Minggu (14/12/2025).

Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan intensitas hujan dengan kategori lebat hingga sangat lebat di berbagai wilayah Indonesia. Hal ini disampaikan Prakirawan Cuaca BMKG, Wahyu Anissa, dalam keterangannya.

Ia menjelaskan, Siklon Tropis Bakung saat ini terpantau berada di Samudera Hindia barat daya Lampung dengan kecepatan angin maksimum mencapai 55 knot dan tekanan udara minimum 988 hektopaskal. Sistem cuaca tersebut bergerak ke arah barat daya.

Menurut Wahyu, dalam kurun waktu 48 hingga 72 jam ke depan, siklon ini berpeluang mengalami penguatan hingga mencapai kategori dua. Peningkatan intensitas itu dapat memicu hembusan angin dengan kecepatan lebih dari 25 knot di wilayah sekitarnya.

Selain itu, BMKG juga mengamati terbentuknya low level jet serta area perlambatan angin atau konvergensi di sekitar Samudera Hindia barat daya Lampung dan wilayah sekitarnya. Kondisi ini berkontribusi pada peningkatan potensi cuaca ekstrem.

Tak hanya itu, BMKG turut memantau Bibit Siklon Tropis 93S yang berada di Samudera Hindia selatan Jawa Timur. Bibit siklon tersebut memiliki kecepatan angin maksimum 15 knot dengan tekanan udara minimum 1006 hektopaskal.

Meski bergerak ke arah barat daya, peluang bibit siklon ini berkembang menjadi siklon tropis dalam 48 hingga 72 jam ke depan masih tergolong rendah. Namun demikian, sistem ini berpotensi membentuk zona konvergensi yang memanjang dari Jawa Tengah hingga Nusa Tenggara Barat.

BMKG juga mencatat adanya potensi pembentukan area tekanan rendah di perairan barat daya Papua Selatan. Fenomena ini diperkirakan dapat meningkatkan pertumbuhan awan hujan di wilayah Maluku serta Papua Selatan.

Sirkulasi siklonik turut diprakirakan terbentuk di Samudera Hindia barat Aceh, yang memicu terbentuknya zona konvergensi memanjang dari perairan utara hingga barat Aceh. Sejumlah daerah pertemuan dan perlambatan angin lainnya juga terpantau meluas, meliputi:

  • Laut Cina Selatan hingga Kepulauan Riau
  • Selat Karimata hingga perairan selatan Kalimantan Tengah
  • Kalimantan Utara hingga Kalimantan Tengah
  • Nusa Tenggara Timur hingga Laut Banda
  • Maluku hingga perairan selatan Papua Barat Daya
  • Papua Barat hingga Papua
  • Bengkulu hingga Lampung
  • Selat Makassar hingga perairan selatan Sulawesi Selatan
  • Samudera Pasifik barat laut Papua hingga perairan timur Maluku Utara

Kondisi atmosfer tersebut dinilai dapat memicu peningkatan pembentukan awan hujan di sekitar wilayah siklon tropis, bibit siklon, area tekanan rendah, serta sepanjang zona konvergensi dan konfluensi.

BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang dapat disertai angin kencang dan kilat. Sejumlah wilayah yang diminta siaga antara lain:

  • Aceh
  • Sumatra Utara
  • Riau
  • Kepulauan Bangka Belitung
  • Bengkulu
  • Sumatra Selatan
  • Lampung
  • Banten
  • Jawa Timur
  • Bali
  • Nusa Tenggara Barat
  • Nusa Tenggara Timur
  • Sulawesi Barat
  • Maluku
  • Papua Selatan

Masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana hidrometeorologi juga diminta mewaspadai potensi banjir, banjir bandang, serta tanah longsor. BMKG menegaskan pentingnya memantau informasi cuaca terbaru melalui kanal resmi untuk mengantisipasi dampak yang dapat ditimbulkan.

Post a Comment

Previous Post Next Post