Aston Villa kembali menunjukkan tajinya dalam perburuan gelar Liga Inggris musim ini. Bertandang ke London Stadium, Minggu (waktu setempat), pasukan Unai Emery sukses membalikkan keadaan dan menaklukkan West Ham United dengan skor tipis 3-2.
Kemenangan ini memperpanjang tren positif Villa menjadi enam kemenangan beruntun, sekaligus menjaga asa mereka di papan atas klasemen Premier League. Meski sempat tertinggal dua kali di babak pertama, Villa tampil dominan selepas jeda dan memastikan tiga poin lewat penampilan gemilang Morgan Rogers.
West Ham mengawali laga dengan sangat impresif. Baru 29 detik pertandingan berjalan, Mateus Fernandes sudah membuka keunggulan tuan rumah. Gol cepat tersebut menjadi yang tercepat musim ini, dengan kesalahan lini belakang Villa yang dimanfaatkan secara maksimal oleh Fernandes.
Villa merespons cepat. Umpan silang akurat John McGinn dari sisi kanan berujung petaka bagi Konstantinos Mavropanos. Bek West Ham itu salah mengantisipasi bola dan justru membelokkannya ke gawang sendiri, membuat skor kembali imbang 1-1.
Namun West Ham kembali unggul. Serangan dari sisi kiri yang dibangun Diouf menciptakan kemelut di depan gawang. Bola hasil sepakan Potts disambut secara refleks oleh Jarrod Bowen, yang membelokkannya masuk ke gawang. Setelah sempat ditinjau VAR, gol tersebut dinyatakan sah dan West Ham memimpin lagi.
Villa nyaris menyamakan kedudukan sebelum turun minum. Morgan Rogers lepas dari kawalan di sisi kiri, memotong ke tengah, dan melepaskan tembakan melengkung yang hanya melintas tipis di atas mistar. Villa mendominasi penguasaan bola, namun babak pertama ditutup dengan keunggulan West Ham.
Memasuki babak kedua, Aston Villa tampil jauh lebih agresif. Tekanan beruntun akhirnya membuahkan hasil ketika Lucas Paquetá kehilangan bola di area berbahaya. Youri Tielemans dengan cermat mengirim umpan silang ke kotak penalti yang disambut Morgan Rogers. Gelandang muda itu mengontrol bola dengan tenang sebelum menuntaskannya untuk mengubah skor menjadi 2-2.
Villa semakin percaya diri. Donyell Malen yang baru masuk langsung memberi dampak dengan pergerakan eksplosif dan tembakan keras yang memaksa Alphonse Areola melakukan penyelamatan penting. Permainan sepenuhnya dikuasai tim tamu.
Puncak drama terjadi 10 menit jelang laga usai. Rogers kembali menjadi pembeda. Mendapat ruang luas di tengah, ia melepaskan sepakan melengkung yang indah dan menukik ke gawang West Ham tanpa mampu dijangkau Areola. Gol spektakuler itu membawa Villa unggul 3-2 untuk pertama kalinya dalam pertandingan.
West Ham sempat mengira mereka bisa kembali memimpin ketika Bowen menjebol gawang Villa usai menerima umpan terobosan dari Paquetá. Namun kegembiraan tuan rumah pupus setelah bendera offside terangkat dan VAR mengonfirmasi keputusan tersebut.
Hingga peluit panjang dibunyikan, Villa mampu menjaga keunggulan. Kemenangan ini membawa Aston Villa mengoleksi 33 poin, hanya terpaut tiga angka dari Arsenal di puncak klasemen. Sebaliknya, West Ham tertahan di 13 poin dan masih terjebak di zona degradasi.
Performa Morgan Rogers menjadi sorotan utama. Di usia 23 tahun, ia tampil sebagai motor serangan Villa, menghubungkan lini tengah dan depan dengan efisien. Dua golnya ke gawang West Ham menegaskan perannya yang kian vital dalam skema Unai Emery.
Dengan rangkaian laga berat menanti di periode akhir tahun—termasuk menghadapi Manchester United, Chelsea, dan Arsenal—Aston Villa kini pantas diperhitungkan sebagai penantang serius dalam perburuan gelar Liga Inggris musim ini.
